Senin, 08 September 2008

Poor Women

Selama lebih kurang 10 tahun aku tinggal di Sangatta aku sudah mempunyai beberapa orang pembantu, yang silih berganti berhenti karena menikah atau alasan lain.

Dari beberapa pembantu yang pernah bekerja denganku, aku mendapatkan cerita perjalanan hidup mereka yang pahit.

Salah seorang yang biasa kami panggil Bude, bercerai dengan suaminya karena sang suami berselingkuh.
Kemudian sekarang satu orang pembantu yang sekarang lagi bekerja denganku, ekonomi pas-pasan banget. Suaminya kerja serabutan, kadang ikut menukang (buat rumah), kadang memikul kayu dari hutan, dll. Sementara meraka harus menyekolahkan 3 orang anak(SMP &SD) yang SMP bersekolah di swasta pula yang biayanya relative besar.
Mereka membiayai hidup dengan cara gali lubang tutup lubang. Untunglah awal bulan kemarin suaminya bisa menjadi Penjaga Malam di RT ku yang bekerja dari pukul 12 malam sampai 5 pagi. Karena penjaga malam yang lama mendapatkan pekerjaan yang lain, aku meminta Abi untuk bertanya pada Pak RT apakah ada lowongan buat suami si Bibik. Sebenarnyapun menurutku, gajinya masih sangat kecil.

Beberapa malam yang lalu saat aku pergi Sholat Tarawih ke Mesjid, aku di tegur oleh seseorang. Ternyata ‘Mbak Mila’ yang pernah bekerja denganku saat Sultan berumur 40 hari sampai Sultan 2 tahun. Dia berhenti karena alasan mau menikah.
Terjadilah percakapanku dengan Mbak Mila,
“Ngapain kamu disini, kemana suamimu?”
Karena setelah menikah Mila, pindah ke Kaliorang daerah trans di Sangatta.
"Aku mau cerai bu”
Aku terkejut , “Kenapa cerai, baru 5 tahun nikahkan? Masak sudah hilang sayangnya?”

Akhirnya Mila bercerita, kalau suaminya yang seorang supir Angkot, berselingkuh dan suka memukul. Yang dipukul gak tanggung2, kadang mata di tonjok, perut di tendang.
Kalau Mila seorang artis, pasti sudah heboh berita di televisi tentang KDRTnya. Ditambah lagi penderitaan anak yang sempat tidak bisa Mila temui, karena dilarang oleh suami dan mertuanya. Dan cerita Mila, anaknya dibawa ke dukun supaya lupa dengan ibunya.
Oh Poor…benar-benar wanita malang
Crying 1 .
Untunglah akhirnya dengan berbagai cara anaknya yang baru berumur 3th bisa diambil kembali oleh Mila.
Padahal Mila setahuku dulu gadis yang manis dan cantik, tapi kok jalan pernikahannya menyedihkan begitu.

Aku berpikir orang susah kok masih doyan selingkuh,
aku jadi inget ceramah Kang Puji, Ustaz dari Yogyakarta.

Jangan hidup di dunia melarat, sengsara di akhirat
Dalam hidup ini kita maunya
bahagia di dunia , senang di akhirat.

Dari cerita hidup Mila aku mengambil hikmah dan jadi sangat mensyukuri hidupku, pernikahanku.
Ya Allah doaku dan harapanku semoga pernikahan kami menjadi pernikahan yang Sakinah Mawaddah dan Warohmah. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, amin.


3 komentar:

mama icel mengatakan...

duh punya asisten kaya akan problema..kasian ..wanita selalu jadi korban dari keegoisan laki2..

Asih Evan mengatakan...

Gak kebayang kalau kita yang mengalami nasib seprti itu...sakiiit kali ya.. Nauzubillah

Eucalyptus mengatakan...

Oh jadi ini cerita KDRT pembantunya juga ya... huah, aku neh bener2 gemes deh lelaki2 gak tau diri itu.... kapan seh wanita tidak dijadikan obyek pelampiasan amarah? Benar2 keterlaluan